Saturday, July 20, 2019

X + Y (1)

Standard
Image Source : ummi-online.com

If you guys a movie addicted, pasti pernah dengar salah satu film yang disutradarai oleh Morgan Matthews dan naskah skenario oleh James Graham, A Young Brilliant Mind.

Diperankan oleh Asa Butterfield sebagai Nathan adalah salah satu contoh dari sekian banyak kasus yang memiliki sudut pandang lain untuk melihat dunia. Kehidupannya yang teratur dan sulit untuk menerima dan melakukan perubahan dalam aktifitas sehari-harinya menjadikan dirinya kaku terlebih ia memiliki kesulitan dalam hubungan sosial. sampai dalam diri Nathan tersimpan sejuta perasaan yang sulit untuk diungkapkan.

Kondisi nathan yang memiliki kesulitan dalam bersosial diperparah dengan adanya trauma. Dalam film tersebut Nathan terlihat bingung dengan identitas dirinya sendiri. Keberadaan ibunya pun tidak terlalu berpengaruh dengannya.
Saat mengikuti olimpiade Nathan yang pada saat itu sedang beranjang dewasa mulai merasakan ada hal yang berbeda dengan dirinya setelah ia berdekatan dengan Zhang Mei. Bersama Zhang Mei, Nathan merasa selalu sedang berdekatan dengan ayahnya dikala masih hidup satu-satunya orang disekitarnya yang menurut Nathan 'sangat pintar'.

Namun sayangnya ia yang notabenya peserta International Mathematical Olympiad (IMO) sulit sekali memahami apa yang sedang ia rasakan. Hal ini disebabkan karena Nathan tidak pernah mempelajari hal tersebut dari siapapun bahkan ibunya pun tidak memiliki kesempatan untuk mengenalkan perasaan tersebut padanya.
Sampai suatu hari Zhang Mei ketika berkunjung kerumah Nathan mengatakan hal yang menggangu pikirannya

"It must be so hard to lose someone that you love so much"

Harus diakui sangat sulit sekali  memahami seseorang yang memiliki perbedaan sudut pandang untuk melihat dunia yang sama. Terkadang apa yang kita pikirkan tidak sama dengan apa yang mereka pikirkan atau bahkan pemikiran tersebut bertolak belakang. Terlebih ketika mereka memiliki kesulitan dalam hubungan sosialnya.

Hampir semua orang yang mengalami kesulitan dalam hubungan sosial sebenarnnya membutuhkan orang lain untuk membantunya agar kesulitannya teratasi.
Namun sebagian dari mereka enggan untuk mengutarakannya karena berbagai alasan dan sejujurnya, mereka yang memiliki kesulitan ini kehidupannya penuh dengan rasa kesepian dan terus bertanya-tanya tentang dirinya sendiri. Mereka menciptakan "bom waktu" yang dapat meledak kapanpun.

- 21July 2019