Karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Karena setitik, hening menguap saja canda tawa kemarin
Karena setitik, mencipta seribu rangkaian alasan
Karena setitik, luput mengindahkan air mata memohon
Karena setitik, bahkan menerobos pijakan beling berduri
Karena setitik, memuja ego
Karena setitik, buram titik-titik berkilau kala itu
Karena setitik, apakah harapan mesti hampa ?