Sunday, March 20, 2016

Anda Tak Perlu Jadi Kurus Demi Satu Orang Pria Pecundang

Standard
Mungkin, untuk sebagian pria di luar sana, sangat sulit untuk mendekati wanita mandiri tanpa harus merasa terancam dan berusaha meruntuhkan rasa percaya diri mereka. Uraian ini mengisahkan satu orang pria pencundang yang gagal melukai perasaan seorang wanita, meski telah mengangkat isu paling peka untuk kaum hawa, yaitu berat badan.
Christina Topacio, Marketing Director di BeautyCon, LA, berhasil menanggapi pria yang berusaha mempermalukan dan meruntuhkan semangat dirinya,  dengan cara terbaik dan paling asyik.
Selama beberapa hari, Topacio dekat dengan seorang pria hasil berkenalan di sebuah aplikasi kencan online.
Pria itu, layaknya kaum adam yang tengah mendekati wanita, sering memberikan Topacio pujian berkaitan dengan kecantikan dan kecerdasannya.
Namun, suatu hari, pria itu menyampaikan pesan ofensif yang hanya merefleksikan sisi diri seorang pria pecundang.
Pria itu mengatakan bahwa Topacio harus menurunkan berat badan.
“Kamu harus menurunkan berat badan,” tulis pesan sang pria pada Topacio.
“Baiklah, mungkin kata ‘harus’ pilihan yang salah. Mungkin aku adalah seorang pria menyebalkan tapi tubuhmu adalah alasan utama aku tidak melakukan apa-apa hingga hari ini. Mungkin aku adalah pria brengsek yang berpikir opiniku penting. Namun, memang begitulah,” urainya.
Tanggapan Topacio terhadap rangkaian pesan memalukan tersebut sangat tenang dan membanggakan.
Diibilang gemuk, Christina Topacio balik meledek si pria dengan foto dirinya tengah makan dalam porsi besar.
“Ha-ha.. Keren.. Opinimu adalah milikmu, tapi terimakasih dengan penilaian itu,” balas Topacia.
Lalu, esok paginya, Topacio mengirimkan foto dirinya pada pria tersebut.
Dalam foto, Topacio sedang berpose menyantapan makanan dalam porsi yang sangat besar sembari tersenyum lebar
“Aku berharap, orang-orang mulai menyadari bahwa tidak pantas mengatakan hal-hal itu,” ujarnya
“Lalu, aku juga berharap, para wanita lainnya harus berani membela diri dari komentar yang hanya akan menjatuhkan mereka, tak peduli komentar itu datang dari ibumu, teman, guru, atau pasangan,” urainya.
Image source: aku seneng.com
So, ladies tak perlu jadi jelmaan pribadi orang lain demi satu orang pria pecundang, jadilah berani.

Source: KompasFemale.com


Wednesday, March 16, 2016

Understanding Women

Standard
:: Ini Tentang Wanita! ::

Wanita : bajunya bagus yah?
Pria : beli
Wanita : tapi mahal
Pria : demi istri
Wanita : lagi banyak keperluan bulan ini
Pria : ya udah ga usah
Wanita : Ok, mau deh
Pria : .....*nyinggg..
 --
Wanita : aku bagus ga pake ini?
Pria : Bagus
Wanita : tapi kayaknya aku keliatan
gemuk kalo pake ini
Pria : ya udah pake yang lain
Wanita : tuh kaan...AKU GEMUK!
Pria : ' *tepok jidat
 --
Pria : baju barunya bikin kamu makin
cantik
Wanita : ooo...jadi kalo pake baju lain
aku jelek?
Pria : *kejang2*
 --
Pria : Aku anter ya
Wanita : Ga usah, aku bisa sendiri
Pria : Yaa deh
Wanita : kamu tega aku pulang
sendirian?
Pria : *gigit sepatu*
 --
Pria : maafin aku ya...kamu gpp kan?
Wanita : Aku gpp
Pria : Oke, good
Wanita : KAMU GAK SENSITIF!
Pria : *mimisan*
 --
Wanita : Aku dong, beli sepatu ini
150rb, murah ya?
Pria : Di toko sana 145rb
Wanita : APAAA...!?!?!
Pria : *selisih goceng doang*
 --

Wanita : jangan hubungi aku lagi!
Pria : kenapa?
Wanita : males sama kamu
Pria : Iya
*esoknya*
Wanita : Kamu kebangetan ya,
bukanya baikin aku, malah ngilang!!!
 --
Wanita : cantik mana aku sama dia?
Pria : kamu
Wanita : bohong!
Pria : ya udah, cantik dia
Wanita : kamu jahat! kita putus!
 --
Pria : Tasnya 500 ribu
Wanita : Mahal, ga usah
Pria : kalo yang ini 1,2jt disc 50%
Wanita : wow! harus dibeli ni, jarang"
ada diskon 50%
Pria : *sama aja boong*
 --
Wanita : baju merah/hitam?
Pria : yang merah OK
Wanita : hitam juga bagus kan?
Pria : iya sih
*ujung2nya pake yang krem*
 --
Wanita : BBM-an yuk
Pria : lagi kerja
Wanita : Kamu jahat!
Pria : Oke Oke, ada apa?
Wanita : bentar-bentar... ada PING!
Pria : *Ngelus-ngelus dada
 --
Pria : Mau makan apa?
Wanita : terserah
Pria : ayam?
Wanita : berminyak
Pria : ikan?
Wanita : nggak ah, amis
Pria : trus makan apa?
Wanita : terserah!
Pria : *stroke*
--
Wanita : Eh dia cantik yah?
Pria : iya, cantik
Wanita : cantik mana sama aku?
Pria : ...(trauma)
Wanita : CANTIK MANAAA...!!
Pria : Cantikan kamu-lah
Wanita : bohong!!!
:D :D :D


Source : psychoshare.com

Thursday, February 25, 2016

Magic Ice Cream Ala Gue

Standard
Pas lagi H-1 sebelum PMS pengennya yang manis-manis, mulai dari manisnya pacar ngomong 'sini aku aja yang kerjain, nih atm sama kamu shoping aja', si pacar tiba-tiba datang bawa es krim, sampe si pacar ninggalin game demi ceweknya.
Pengin dibawain es krim, Malangnya ane belum laku bre :mewek
Mau ngestock beli diluar, mager, ujan gede pula. :matabelo
Habis mikir dan mikir, terpaksa gue bikin sendiri
You'll need
  1. Insting
  2. Magic ice cream powder instan
  3. Astor (kata orang endonesa) atau Wafer stick
  4. Meses
  5. Biji Cha-Ch, oreo (bebas boleh di skip) 
  6. Cup Es cream
  7. Air dingin
Lets cook
  1. Siapkan wadah untuk membuat adonan
  2. Masukan ice cream magic powder
  3. Tambahkan air sedikit demi sedikit
  4. Mix sampe adonan mengental, selanjutnya mengembang
  5. Kalo punya cooki, boleh ditambhkan ke adonan
  6. Tuangkan adonan ke wadah es krim untuk di simpan di freezer kurang lebih selama 8 jam
  7. Setelah es krim beku, Hidangkan es krim, bisa di roti, di wadah biasa, atau bisa juga di cone ice cream (krupuk es krim)
  8. Tancapkan Wafer stick, tabur Meses, cha-cha, oreo, dan kawan kalo ada :p
  9. Es krim siap di jilat 

Wednesday, December 9, 2015

Bapak Fans Dian Sastro??

Standard
Dari dulu sebenarnya gue sendiri nggak terlalu peduli, bahkan nggak pernah mikir sampe gimana ujungnya nasib seorang cewek setelah kuliah, berkarier, then menikah dan berumahtangga. Dibenak gue cuma gimana caranya sekolah setinggi - tingginya, berkarier abis itu jadi horang kayahhh :cool
Well, sebenarnya karna sebelumnya belum menyadari, gue terlahir sebagai cewek juga,sih.
Lalu abis sekumpulan teteh-teh yang se-bus ama gue turun dari bus damri, gue cek ternyata gue beneran cewek :genit
*plak
Bercandaaa
Gue merenung di kamar,
Leh uga kata-kata u teh,
'Buat apa cewek musti capek-capek kuliah?
Buat apa cewek capek-capek ngerjain skripsi?
Buat apa cewek sekolah tinggi-tinggi?
Buat apa  cewek kariernya bagus?'

udah kayak puisi belum? :cool

Mengintip-ngintip lagi kehidupan sepupu-sepupu gue yang sudah menikah, seorang sarjana ekonomi, sempat menjabat sebagai manejer salah satu perusahaan, dan satu lagi seorang sarjana kesmas, dulu sempat bekerja di rumahsakit, sekarang??
Dua-duanya anak rumahan, mengabdikan diri ke titah suami dan mertua, jadi ibu rumah tangga yang baik dan benar.
Ironis, kalau diflashbak ke masa lalu, si cowok kaga mungkin berani bawa seorang cewek ke hadapan ibunya, selain alasan tampang tentunya, kalo bukan karena kecermelangan pendidikan, karier yang sudah berhasil diraih si cewek.
Bahkan bagi orang batak dijaman sekarang tawar-menawar sinamot (mas kawin) udah berdasarkan jenjang pendidikan si perempuan.

(Translate: naung sega=yang udah kacau,rusak; Nasala lakka = yang tersesat)
Tetapi, abis menikah??
Ujung-ujungnya dirumahkan juga
Jadi benar, pendidikan, karir dkk cuma buat modal pamer ke camer doang, ntar. :mewek
Sedang merenung nasib diri dimasa depan, tau-tau hape bergetar

Superhero incoming call

Nggak tau kenapa ketika seorang bokap menelepon, ada kesan tersendiri di benak masing-masing tiap orang anak.
Gue pribadi, rasanya mirip ketika umur 20 tahun gue di diskon jadi balik ke umur 5 tahun, mendadak balik jadi gadis kecil yang manja.

Ngobrol dengan bokap obrolannya pasti menyangkut hal yang bermanfaat, mulai dari politik, agama, pendidikan, news yang lagi geger, bahkan artis dan ujung-ujungya pasti balik soal kuliah gue yang belum beres-beres, nggak kayak nyokap, kucing tetangga diare, gue yang ditelfon (emangnya gue bidan hewan?? -__-)
Meskipun sekolah Bapak gue kaga ada tinggi-tingginya sama sekali, bahkan kadang-kadang gue ragu dia ngerti apa kaga yang gue omongin, tapi beliau selalu excited tiap ngebahas pendidikan gue.
“jadi kapan nih rencananya selesai?” Pertanyaan paling umum dari orang tua, sekaligus pertanyaan paling perih buat anak
“masih lama lagi, baru juga Maba”
“oh gitu ya” See?
“kira-kira target berapa tahun?”
Bisa nggak sih Pak, ngasih pertanyaan yang nggak menjebak? “kalo nggak 7 tahun ya 8 tahun hehe” daripada salah jawab mending pancing bawa bercanda aja.
“cepat banget itu,apa nggak sekalian 10 tahun?’’ Nah, keluar humor sarcasmnya.
Okey berdebat
‘’kuliah diteknik gampang banget pak, apalagi jurusan ii, 10 tahun mah kecepetan. lagian kayak kata alumni, nikmatin dulu lah kuliah, ntar kalo udah kerja ngga bakalan ada waktu nongkrong’’
“nah bagus itu, kamu bisa main-main dulu di kampus” see? bapak gue!! nggak heran kenapa gue bisa nongol seabsurd ini.
“sayangnya nggak ada mahasiswa yang mau diajak main-main pak. nggak seruu” jawab gue berlagak memelas
“hahhaha oke bapak ngalah" Bapak gue diam bentar ''ehm.. jadi gimana?” Kayaknya umpan gue nggak disambar,
lo sih mancing orang tua, lu kata lele?
“ So far lancar. tapi selesainya kapan belum tau pak, masih lama. santai aja pak ntar kalo ada tanda-tanda sidang pasti ngabarinlah”
“amin. Asal jangan keasyikan belajar, apalagi keasyikan main. Jangan mikir yang aneh-aneh dulu semasa masih sekolah.laki-laki, jodoh, hura-hura ada waktunya itu nanti”  
google traslate: jangan pacaran dulu!
Maap pak tapi anak mu nggak sanggup lagi jadi tuna asmara terus, tapi “ haha gimana mikirin gituan, mikir tugas aja udah bikin pala puyeng”
“ ah, itu mah gampang solusinya, nggak usah dipikirin, dikerjain aja” tinggal nyiapin panggung aja udah, jadilah bapak gue stand up comedian.
“ iya pak nggak cuma dikerjain kok, dikumpulin juga” Like father like daughter, nggak mau kalah.
“ah, kamu ini memang ” gue ikutan ngakak pas beliau lagi-lagi nyerah, “ngomong-ngomong kamu baik kan? Ah.. nggak mungkin sakit, dari tadi dang olo kala markato (dari tadi nyerocos terus,nggak mau kalah)''
“lagi galau sih pak sebenarnya”
“sahit aha i? diham accit? (penyakit apa itu? bagian mana sakit?)'' suara bapak gue panic, gue ngakak, anak kurang ajar...
“boasa mekkel ho? na boa do? (kenapa kamu ketawa, ada apa)" gue makin ngakak, mungkin disini pikiran bapak gue curiga, ‘ God, anak gue gila ’
“nggak pak. nggak ada yang sakit, ii tadi bilang galau”
“aha galau on? (galau itu bahasa planet apa?)'' Diam bentar, kayaknya dia lagi mikir “ ah ya, fpi galau karna ahok jadi gubernur, galau kenapa nang?” Nang = panggilan bapak ke gue yang paling ku sukai
“sekolahku tinggi, ujungnya paling jadi parumaen ni halakan (sekolahku tinggi ntar paling cuma jadi menantu perempuan orang)''  Kata gue mengeluh
“bah unang muli asa jadi boru ni oma torus (jangan menikah, biar jadi anak mama selamanya)'' Kekeh bapak gue di ujung sana
“Nggak gitu pak. lets just say selesai kuliah, pasti nganggur, mungkin ngambil S2 lalu nganggur lagi, kemudian berkarier, ketemu jodoh, selanjutnya...” Gue diam, enggak berani ngelanjutin kata 'menikah' :mewek
“yakin? ada yang mau sama pemalas kaya kamu emang?’’ Bapak gue terkekeh lagi, gue mengeluh, aihhh... gimana gue nemu jodoh, bapak gue aja udah desperate duluan.
‘’aish.. liat deh pak, kak lin, kak el, setelah menikah gimana? Apa nggak sayang sekolahnya itu? Apa mereka nggak nyesal? Mereka aja yang sarjana eknomi, kesehatan ujungnya jadi ibu rumah tangga, apalagi ii? Sarjana teknik, dikit banget kemungkinan bisa jadi ibu rumah tangga sambil berkarier ’’ ini curcol abis-abisan namanya.

“Emang... itu sudah resiko perempuan, nang hahaha”

Kudu berapa kali sih, Pak, gue harus ber-aishhhh..

“Ehem" Beliau berdehem "tujuan kamu sekolah tinggi-tinggi apa?”
‘’Menuntut ilmu.” Spontan gue teringat lagu pas masih SD
“Nah, itu pinter ” bapak gue tertawa lagi

Duhhhh bapakkee…

‘’Tapi ilmunya kan buat bekerja, bukan buat dirumahkan” Gue mulai kesal
“Nang, tadi bapak ngomong masa sekolah jangan mikir aneh-aneh. Kalo kamu mikir ini itu terus, kapan geraknya? Kerjakan aja dulu apa saja yang bisa kamu kerjakan. Pasti akan ada waktunya ilmu dan pengalaman terpakai nanti. entah itu kamu nantinya berkarier, nggak menikah, atau jadi ibu rumahtangga, yakin ajalah nggak akan sia-sia ilmu kamu itu. Gak muluk-muluklah ibu-ibu cerdas pasti akan menghasilkan anak-anak cerdas ”

Disaat detik – detik jarum jam berputar tik…tik...ti..k (a.k.a gue bengong melongo sambil beripikir) kayaknya itu kata-kata seseorang deh 

“Pak... emm... Bapak fans Dian Sastro, ya?”
“Siapa itu ?? Politisi partai mana itu?? ”
Hadeuhhh......  :capedeh









Friday, December 4, 2015

Hi, Kenalin Gue..

Standard
Satu-satunya kebijakan kosan gue yang patut diacungin jempol adalah kebijakan yang dicetuskan Teteh, si penunggu, eh penjaga kosan, yang mana pokok kebijakan tersebut yakni,
'Tiap awal semester baru diadakan acara sesi perkenalan diemperan kosan yang wajib dihadiri oleh penghuni kosan sebagai upaya untuk memperat tali persaudaraan antar kamar kosan.'
Absurd emang tapi sepertinya, kali ini si teteh sangat memahami  pepatah 'tak kenal maka kenalan'.

Momen di acara perkenalan, kalo rekan-rekan penghuni kosan sibuk ngehafal nama anak-anak baru, gue sendiri, jelas bedaaa
Gue dan kepala gue sibuk sendiri ngehafal tipe-tipe cara orang memperkenalkan diri *plak

Seriously, setelah gue telusuri berdasarkan pengalaman 2 periode ikut berpastispai di sesi malam perkenalan kosan, gue menemukan semacam ada yang unik dari tipe ataupun style orang berkenalan, antara lain:

1. Style sok cool
Biasanya sih ini, terjadi pada pria dingin, bermuka datar.
Image source: kulkas.com
( ketika suasana sedang hening )
A : "nama gue cooly."  lalu melirik sebelahnya...
T I T I K KK
dah gitu aja, singkat, padat dan misterius.
Kali nafasnya lagi bau

2. Style anak SD
Biasa terjadi  pada orang yang masa SD kurang. Bisa kurang lama, bisa kurang bahagia.

A : hi
Penghuni kosan : (kompak) hi
A : kenalin,
     my biodata
     Nama : esde infress
     Nama panggilan : ica
     Jenis kelamin : umm..........

Image source: instagram
ummm... masih tanda tanya ?!?!

Semester : 1 (nggak selamanya)
Fakultas : fak.tukang, jurusan parkir
Alamamater : oranges
Alamat : kosan kita
Suku : blasteran sunda jatinangor dan sunda cirebon
Sepatu size : kegedean
Bra size : emangnya gue cowo apaan?? hih eyke kan banci
Hobby : nguras WC (eh... tapi boongan ding)
Mankes : mahal tapi kabel (kaga beli)
Minkes : sama juga
Warkes [warna] : almamater
Prikes : cowok
Wankes : masa jeruk minum jeruk??
Binkes [binatang favorite] : mantan
Wartegkes[warteg favorite]: solaria
Doskes [dosen favorite] : yang nggak pernah masuk
Bukostkes [ibu kosan favorite] : yang ngegratisin uang kosan
Kost kes [kosan favorite] : baru perdana ngekost
Kamkostkes[kamar kosan favorite]: baru perdana ngekost dibilangin!
Cita-cita  : semoga ada yang traktir gue tiap akhir bulan
Kesan dan pesan : miris,  pesan: jangan caci gue, sesungguhnya ini biodata boongan, selamat anda ketipu!

Penghuni kost : (  mengheningkan cipta ) :matabelo

Situ perkenalan, apa lagi nulis binder???


3. Style anak mami
Biasa terjadi pada maba imut bergigi pagar yang baru pertama kali mengenal dunia gemerlap, dunia kosan maksud gue

Image source: Instagram


 A     : hi kakaa (suara imut)
penghuni kosan : hi adik (kompakan, nggak kalah imut)
A      : Kenalin kak, nama aku, puppy. Kata mama panggil pipi aja.
           Pipi kuliah di universitas mamamia
           Kata mama pipi asalnya dari rahim mama
           Pipi anak tunggal, makanya kata mama, pipi nggak manja
           kata mama, pipi asalnya dari bulan makanya kayak princess.
           kata mama pipi kalo bobo suka ngiler.
           hmm apa lagi ya?
           kayaknya gitu aja deh ka. ada yg mau nanya lagi ga ka?

Si Pisang, salah satu penghuni baru stock lama mengacungkan tangan,
Pisang : Pi, papa kamu doggy ya?
A        : kok tau (muka kedip-kedip tersipu)
Pisang : Pantesss... anaknya, anak anjing.

Kosan hening selama 3 detik,......tik....tik....tikkkkkkk...

Lalu sekosan terbahak, si Pipi kejang-kejang ayan

4. Style horang kayahh
Biasa terjadi pada anak jurangan kampung yang sedang menuntut ilmu ke kota.
 A : halo semua
Penghuni kosan : (kompak) halo
A : Perkenalkeun, nama urang teh asep tatang sutarma. biasa dipanggil steven
      urang teh kuliah di UPMB (Universitas Paling Mahal Bandung). Biar kalo geus lulus kuliah ada yang ngewarisin bisnis peternakan abah didesa. Soalnya bisnis sawah, tanah, dan lain-lain abah geus diwarisin ke teteh urang. Sejujurnya, urang teh ga enakeun di kota,warganya pada ga seneng kebersihan, suka buang sampah seenaknya. Didesa mah beda, nih kayak bak sampah depan rumah urang, malah kudu tiap hari diangkut. kalo nggak, ya nggak enakeun liatnya, biasalah lembaran duit 50 ribuan bakal numpuk dibak sampah, makanya tukang sampah teh sering ngeprotes. Maklum, mamah urang teh orangnya rapi banget, biasanya biar nggak madatin lemari, duit nggak terpakai ya dibuang aja cenah.
Abah urang juga bersih banget orangnya. Abah teh suka marah sama si mbok pembantu dirumah urang. Si mbok sih, sukanya naik BMW ke sawah, kan itu angkot ke pasar. Padahal mah abah urang udah ngehadiahin alpard kalo mau kesawah jadinya kan BMW-nya biar nggak kotor.


Image source: Google.com  
Seluruh penghuni kost : (~ kompak ternganga~ )

Situ lagi lapor  harta ke kpk, bre?

5.Style kelewat intelek
Biasa terjadi pada orang yang kaget baru pertama kali dapet ipk 5,01

Image source: Google.com


A  : (bangkit berdiri) halo.selamat malam
Penghuni kosan : (kompak) malam

Lalu,tiba-tiba si pisang nyelutuk,
Pisang : silahkan duduk
 A : Terimaksih
Perkenalkan Nama saya geniuous Newton Edison Ainstain Panjaitan. Saya berasal dari planet namec. saya mahasiswa dari ITTB (Institut Teknologi Terfavorite Bandung) fakultas teknology ngejar nilai IPK, jurusan teknik menjilat. Ipk saya terakhir 5,01. Sebelumnya 4,99 dan sebelum-sebelumnya lagi anda boleh check transkrip nilai saya. Saya sangat aktif  di kampus. Salah satunya saya aktif  di lab Praktek menjilat. Lab ini adalah lab, yang menganalisis bagaimana cara-cara menjilat orang lain agar mencapai ipk setingi-tinnginya.

Lagi-lagi si pisang memotong,
Pisang : Oke baiklah. terimakasih atas penjelasan anda. tapi sayang sekali kami sedang butuh tenaga kerja beripk 0,01 :shakehand

Gue heran, kenapa emperan kosan mendadak berubah jadi ruang HRD??!!

6. Style kelewat supel
Biasa terjadi pada orang yang baru gaul dengan film orang dewasa

Image source: Instagram
 A : helow.. whats up yoo
Penghuni kosan : (kompak) haloooo...
 A : okay kenalin ea, gua sukiem inem,  panggil aja kyle. gue kuliah di diskotik. Tau nggak sih lo, temen-temen kuliah gue disana pada anak -anak gaul semua. kalo malem kita sering banget nongki distarbak. Kalo siang dugem di braga. pokoknya seru abis. Kalo lo mau gabung SMS gue aja, ntar gue ajakin deh. atau mungkin kita bisa nonton bareng kalo udah pagi, ah bobok bareng boleh jugaaa. pokoknya gue tunggu SMS dari lo. oh ya, kamar gue no 13 ketok aja kalo butuh yang anget-angett *kedip-kedip manja*

Nggak Pisang namanya kalau nggak nyambar umpan,
Pisang : ada socmed nggak Nem eh, kyle?
A        : pasti donk
Pisang : boleh dong minta, facebook, twitter, askfm, path, instgram
A.       : gue mah biar kekinian, pake friendster. add eaa friendster gue. kyLex caYaNk pApax maMax diKaMpuNk cElalU

Para pria penghuni kosan : ( mulut diam, tapi tangan masing-masing langsung sibuk ngegrepe hape, nginstall ulang friendster )



~ T A M A T~
[Cerita diatas cuma fiksi. Selamat, anda  berhasil gue kibulin ha..ha..ha (tawa lucifer)]

Bercandaaaa..
Enggak!!
itu bukan dongeng tapi memang fakta yang sengaja sedikit agak dilebih-lebihkan.

Sekilas memang kelihatan lucu,
Namun coba deh perhatikan baik - baik.
Tiap orang berusaha semaksimal mungkin agar mendapat simpati orang lain hingga masing-masing orang memperkenalkan diri dengan cara yang begitu luar biasa 'wah'.
Okelah disini terbukti kalo kodrat manusia itu adalah mahkluk sosial yang takut sendirian, nggak bisa hidup tanpa manusia lain which is mean nggak bisa hidup tanpa teman.
Nah ketemu kata 'teman'
Salah satu arti 'teman menurut kbbi' (cek linknya disini kalo nggak percaya) adalah orang yang sama-sama bekerja (berjalan, berbuat) lawan untuk bercakap-cakap.

Then, so what??
Nggak ada sih,
Cuma agak bertanya-tanya sebagai manusia yang belum punya apa-apa untuk dikenalkan ke orang lain dengan begitu 'wah'
Apa cuma gue aja ya, yang ngerasa perih kalo gue kudu kasih tau dulu seberapa triliun duit bapak gue, seberapa mahalnya tas gue, seberapa kecenya gue, seberapa populernya gue, seberapa gaulnya gue, seberapa kekiniannya gue, seberapa kerennya kampus gue, dan seberapa gedenya ipk gue, baru ada manusia lain yang ngajak berjalan bersama-sama? baru ada yang menyapa untuk saling bercakap-cakap? baru ada yang nganggap gue sebagai manusia?
Apa cuma gue aja yang ngerasa, seharusnya seorang teman itu bukan karena mengintai 'sesuatu'?

Apa semua manusia-manusia tanpa pamrih udah pada masuk surga, sehingga dibumi sisa manusia yang hanya memikirkan keuntungan, keuntungan dan keuntungan lagi??

Apa Nurani  benar-benar sudah punah di bumi manusia? Sudah kemanakah perginya kasih? inikah value yang sekarang kita pegang? :nohope:berduka