Bagi alumni kiamat 2012 ga pernah terpikirkan bakalan ada sesuatu yang bisa menghentikan seluruh aktivitas dibumi. Climate changed, meteor jatuh, sistem tata surya yg berantakan, akhir zaman hal-hal semacam itu yg mampir dikepala gue yg mungkin bisa membunuh umat manusia secara global. Eh tau-tau datanglah si mahkluk kecil, mikro, unpredictable bikin geger satu planet, memaksa manusia untuk stop beraktivutas diluar entah sampai kapan.
Anyway, forget about all that crazy world happening. Kali ini gue bakal share menu quarantine days biar ga bosen makan indomie mulu. Actually, this menu is kinda special for me. Ketika gue balik kerumah biasanya nyokap nyambut pake menu ini. Hell yah, I’m quite missing home. sering khawatir berlebihan dengan keadaan orang tua gue dirumah. Penelitian terbaru yang paling rentan terpapar virus adalah lansia. pengen banget pulang ke rumah tapi takutnya gue carier. di airport, moda transportasi belum tentu safe. Plus kalo gue pulang ternyata positive dikampung belum tentu ada rumahsakit yang memadai untuk merawat pasien covid. so udah paling bener ga mudik ngeramein hastag dirumahaja.
By the way, You’ll need:
Anyway, forget about all that crazy world happening. Kali ini gue bakal share menu quarantine days biar ga bosen makan indomie mulu. Actually, this menu is kinda special for me. Ketika gue balik kerumah biasanya nyokap nyambut pake menu ini. Hell yah, I’m quite missing home. sering khawatir berlebihan dengan keadaan orang tua gue dirumah. Penelitian terbaru yang paling rentan terpapar virus adalah lansia. pengen banget pulang ke rumah tapi takutnya gue carier. di airport, moda transportasi belum tentu safe. Plus kalo gue pulang ternyata positive dikampung belum tentu ada rumahsakit yang memadai untuk merawat pasien covid. so udah paling bener ga mudik ngeramein hastag dirumahaja.
By the way, You’ll need:
- Absolutely insting rasa
- Ayam kampung 1 kg potong 12 (bebas)
- Bawang merah
- Bawang putih
- Cabe merah + cabe rawit sesuai selera
- Lengkuas
- jahe
- Kunyit
- Kemiri
- Coconut milk (santan)
- Kelapa gongseng
- Daun salam
- Sereh
- Lemon/jeruk nipis
- Garam
- Merica
- Kentang/labu siam
- Semua takaran sesuai selera anda, kalo mau pake takaran saya comment down below!
How to execute:
- Bersihkan ayam kampung, then tabur garam dan perasan jeruk lemon, sisihkan biar ga amis
- Kulit bersih kentang, lalu potong bagi 4 ( bebas)
- untuk kelapa gongseng, sangrai kelapa parut + biji merica, lalu giling smpe minya kelapanya keluar.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, cabe, kemiri
- Geprek sereh, lengkuas
- Ayam yang udah bersih bakar diatas api kecil, agar bulu-bulu halus di daging yang tidak bisa dicabut tangan atau mesin terbakar jadinya nanti daging ayam benar-benar bersih, bebas bulu. Bakar ayamnya cukup sampai daging mengeluarkan minyak.
- Tumis bumbu yang udah dihaluskan smpe kecium harum wangi lalu masukan ayam, kentang kemudian tambahkan air
- Tunggu smpe kentang dan ayam kira2 sudah empuk
- Setelah air meresap, ayam dan kentang empuk masukan santan, pelankan api kompor agar santan tidak pecah, kata abang gue sih gitu, gue ikut2aja
- Masukan daun salam, sereh dan lengkuas yang sudah digeprek, lalu garam, aduk
- Masukan kelapa gongseng, aduk rata
- Kalo udah kira2 bumbu meresap angkat
- Ayam kampung dengan curry santan atau bahasa kerennya chicken curry siap di sikat gaess :)
