Mistis bukan?
Semakin misteriusnya lagi ketika menunggu, berharap suara itu muncul, naas hanya suara teriakan kucing lagi kawin di depan rumah kosan yang gue dengar.
Makin mistiss bukan?
Layaknya seperti cerita horor lainnya nggak afdol rasanya kalau gue ngga menulis terlebih dulu tentang seluk-beluk kenapa dan bagaimana berdirinya kosan gue yang sampai sekarang masih menahan bahkan belum ada pemikiran sedikitpun buat hengkang dari kamar kosan tercinta gue ini.
Gue mulai dari sejarahnya.
Kosan gue yang sampai sekarang namanya belum jelas ini, berdiri pada, ummm... tahun nggak tau. Maapin gue, belum menanyakan pada ibu kost, alasannya gue terlalu
So, perihal mengenai sejarah berdirinya rumah kosan di skip dulu.
Selanjutnya sejarah, kenapa gue ngekost dikosan tak bernama ini, sampai detik ini.
Gue bisa ngekost disini karena gue ngelakuin syarat yang paling penting dalam hal menjadi seorang anak kost, yakni lo harus punya kamar kosan buat nantinya lo harus bayar uang kosan (ya, iyalah kalau bayar motel namanya bukan anak kosan tapi anak
kali ini serius,
Kosan gue itu adalah kosan campur terfree sejagat raya versi gue, kecuali menyangkut soal uang kosan dan tagihan listrik bulanan, nego aja nggak 'kan bisa, gan. Sengaja gue milih kosan campur karena dari awal gue udah udah punya bayangan kalau meskipun katanya peraturan kosan hanya mengizinkan penghuni permanen 1 orang tapi untuk penghuni non-permanennya gue pastiin bakal lebih dari satu orang. Terbukti sampai detik ini kamar kosan gue sering berganti nama dari nama kosan tak bernama, mendadak menjadi 'kosan singgah' oleh saudara-saudara serahim saya yang notabennya masih berjenis kelamin cowo.
Kebanyakan orang beranggapan anak-anak penghuni kosan bebas adalah orang-orang nggak bener, banyak anggapan tinggal dikosan campur itu pergaulannya bebas banget.
Ya, itu bener. Buktinya kecilnya gue. Bergaul bebas dengan siapa aja, karena semboyan itulah yang bikin gue jadi jomblo wati sejati ---
'berteman dengan siapa sajaaa.. i'm single and very happyyy. . ow.. ow...'
P.s : Lyric akhir sebelum 'ow ow' masih belum akurat faktanya karena belum diteliti menggunakan dengan metode ilmiah.
Gak penting, lupakan!
Namun jangan lupa, faktanya meskipun tinggal dikosan semisal kost-kostan berlabel kosan putri, kalau emang pada dasarnya si pribadi tersebut memiliki perilaku yang lets just say 'binal', tetep aja bakal kecolongan dan terjadi hal-hal yang diinginkan. Yah, meskipun harus diakuin bahwa dikost-kostan campur lebih besar kesempatan terjadinya praktik-praktik 'gelap'. (kalo ga tau apa itu praktik2 gelap, boleh di googling :cool )
Nah, intinya tergantung gimana control diri seorang individu untuk menghidari hal-hal negatif.
Balik lagi ke kosan gue.
Masih inget yang gue kasih tau di awal tadi?
Oke kalau udah lupa ga usah di scroll up.
Gue kasih tau lagi nih!
kamar kosan gue, kamar No 12.
Selama hampir 3 tahun stay dikosan sekarang, setelah gue amati belum ada yang sebetah gue menetap dikamar sebelah, yakni kamar 13. Justru kadang ketika masa sewanya sudah habis dari penyewa sebelumnya, sering terbengkalai, kosong tak berpenghuni.
Sebenarnya tak jarang para pencari kost-kostan yang mampir ke kosan gue, tapi ketika timingnya pintu kamar 13 terpampang nyata didepan muka si calon penyewa, banyak hal-hal mistis terjadi secara tiba tiba, semisal mendadak tukang kredit kosan lagi nelpon si calon penyewa(padahal situkan lagi nyari kosan), ngejawab telpon tukang si mamah minta pulsa, telpon rektor minta ditraktir, dan masih banyak lagi hal mistisnya.
Itu masih pintunya doang lhoo, belum lagi isinya. Asumsi gue, para calon penyewa bakal kejang-kejang mirip orang kesetrum kalau udah melewati pintu bernomor 13 tersebut.
Hal ini yang bikin gue nggak bisa menepis fakta bahwa ternyata masyarakat kita masih banyak yang berpikiran primitif.
Singkat cerita, entah alasan apa penyewa kost dari paviliun sebelah kosan pindah ke kamar 13. Oh ya, gue kenalin dulu siapa newbie stock lama ini, sebut saja namanya Pisang. Udah segitu aja, takutnya kalo gue kenalin panjang lebar dengan embel-embel segudang prestasinya ntar pada demo nanyain PINnya lagi.
Kan repot, gue aja nggak pernah tau PIN atm nya, bisa sih gue tanyain via BBM, tapi paket kuota internet sekarang 'kan mahal :sup2
oke lanjut!
Awalnya saking kuper dan kudetnya gue, sama sekali nggak tau kalau kamar 13 telah berpenghuni. Curiganya pas suatu ketika di malam jumat menjelang jumat pagi, berarti subuh sekitar jam 2 an, ntah telinga gue yang salah tangkap, gue ngedengar lagu indonesia raya berkumandang, gue sebagai generasi muda yang polos dan baik hati, langsung googling foto bendera merah putih terus menghormat Screen hape dengan hikmat :hoax disekolah aja lu kaga pernah upacara.
Tapi beneran, gue ngerasa 'Wah' sama rasa nasionalisme si kawan tetangga sebelah sampai-sampai gue sempet standing applause refleks. Untungnya gue cepat sadar nggak gue lanjut tepuk tangan lebih lama. orang yang diapresiasi nggak ada di depan muka gue, kaga ngeliat juga.
Mannn... hari gini coba? mana ada orang yang masih muter lagu kebangsaan? mungkin kalo masih dimasa-masa suram dizaman penjajahan dulu nggak asing lagi lagu 'Garuda Pancasila ' dkk bersiweran ditiap sudut tempat, but faktanya its 2015 secara gitu lho, jamannya lagu sam smith dkk bukan jamannya W.R.Supratman. So, wajarkan kalo gue sampai bertindak alay, ngasih standing applause ala jarjit?
marbelous...marbelous ...marbelous !!! :selamat
Sampai beberapa waktu kemudian, gue mulai mulai terbiasa akan ritual aktivitas musik dikamar sebelah yang ternyata ada pola waktunya. Yakni, malam jumat playlist lagunya adalah lagu kebangsaan, Malam sabtu kadang-kadang lagu dari band simple plan yang rata-rata ngalahin suara bedug mesjid saking kerasnya. Bedanya dimalam minggu biasanya akan terdengar suara film-film bergenre action 24 jam non-stop sampai pagi. Gue menduga kalau dikamar sebelah punya schedule movie marathon disaat malam minggu. Namun di sela-sela antara senin sampai rabu kadang-kadang mendengar aktivitas bermusic juga dari kamar sebelah. kayaknya mereka mereka bener-bener musiclious sejati.
Singkat cerita, suatu ketika gue menitip kamar kosan ke teteh kosan hendak pamit pergi touring bareng temen-temen ke jogja. Naas, niat pengen berlibur beberapa hari harus gagal oleh sebab ternyata di Rabu paginya gue masih ada ujian. Singkatnya, gue balik dan tiba dikosan jam 5 sore. Saking lelahnya setiba dikosan gue langsung tepar, tertidur pulas tanpa belum melakukan aktivitas apa-apa.
Entah udah berapa jam gue tertidur, kayak kebiasan kebanyakan orang baru bangun, gue ngeblank idiot ditambah kondisi kamar kosan gue yang gelap gulita. Asli disini gue hampir menjerit mengira kalau gue buta, untung saja belum suara gue sempet keluar dari pita suara, kedulu oleh jeritan mirip suara orang lagi ketimpa kuda.
Maka gue diem sejenak menunggu, memastikan itu bukan suara jeritan dari mulut gue. Namun nyatanya kayaknya gue salah dengar, nggak ada lagi jeritan tersebut. Kemudian pas gue mulai bangkit hendak menekan stop kontak lampu, kali ini suara kuda tadi kembali melengking lebih keras dan lebih jelas. Gue batalin nyalain lampu, mutusin berbaring kembali, mungkin efek bangun tidur juga, dengan idiotnya gue menafsirkan suara-suara kuda selanjutnya dikepala gue, menduga-duga, mengira-ngira apakah kuda yang disebelah merupakan kuda putih, kuda arab kah? kuda kori, atau kuda-kudaan??
Entah berapa lama, mungkin karena sipenunggang kuda capek atau gimana juga gue nggak tau pasti, gue nggak lagi mendengar aktivitas main kuda-kudaan. Gue memutuskan untuk menyebutnya main kuda-kudaan karena secara logika nggak mungkin main kuda sungguhan, ya kali main ataupun nunggang kuda sungguhan arenanya cukup di kamar kost- kostan?
Besok paginya gue bangun, baru menyadari kalau kosan sepi banget mungkin karena udah suasana liburan.
Ketika gue akan menutup pintu kamar, gue berpapasan dengan cewek dengan handuk dikepala (yep, mirip suster keramas gitu) yang setau gue adiknya si pisang dari kamar sebelah. Agak canggung karena emang, jarang saling tatap muka namun berhubung gue manusia paling junior dikosan, harus tetap ngejaga sopan santun, ya senyum mengangguk seadanya bolehlah.
"eh tetehh.. (sambil tebar senyum lebar :malu) " kayak gitu kira-kira
Saat akan membuka pintu pagar kosan, sialnya terkunci rapi dengan gembok yang biasa digunakan untuk mengunci roda motor (penyalahgunaan gembok nih). Gue yang masih belum bego banget langsung menyadari siapa pemilik gembong dan tentu saja juga kuncinya.
Tanpa mikir tiga kali gue mengetuk kamar 13 dengan agak menjeritkan " A'A ", dan yah cukup untuk menodai pikiran gue dipagi hari karena yang tak lain tak mungkin adalah munculnya sipisang yang sedang berbugil ria hanya menggunakan bawahan sarung. well, gue sih nggak bakalan ngiler mungkin bahkan ngerasa biasa aja ngeliat cowok toples, soalnya dirumah gue udah bosen ngeliat sodara-sodara gue berseliweran nggak pake baju, cuma kali ini beda karena gue belum pernah ngeliat cowok topless dengan dada bertato merah kebiru-biruan bermotif aneh. Asumsi gue yang nol besar dalam dunia pertatoan, itu adalah bentuk bekas gigitan serangga, ataupun cakaran kucing, atau apa, intinya bentuknya abstrak nggak terdiskripisikan. So yah, tanpa berbas-basi gue cepet-cepet melaksanakan acara pinjem meminjem kunci tanpa menanyakan bentuk dan motif tatto abstrak tadi tentunya.
Dan cus ke rumah ketiga, kampus......
Singkat kata, liburan semesterpun usai dan gue kembali lagi ke habitat kedua, kosan. Seperti kebiasaan yang udah-udah, gue nggak sabar menantikan aktivitas rutin kamar sebelah yakni, mendengar lagu kebangsaan semalem suntuk :iloveindonesia
Malam pertama hening. Gue sih positif thinking, mungkin malam ini lagi nggak mood masang music, 'okey malam ini denger musiknya libur dulu,' pikir gue. Malam kedua sepi lagi, tapi tetep masih berpikiran postif, mungkin speakernya rusak, dia nyetel lagunya pelan so nggak mungkin kedengaran kekamar gue, oke libur lagi dulu. Malam ketiga gue nunggu lagi, dan lagi-lagi postif thinking, mungkin speakernya masih di tempat reparasi electronic. Malam keempat masih sepi, mungkin dia belum dapet bulanan buat nebus speaker dari mang-mang separasi tadi. Malam kelima, mungkin lab sepasaunya lagi tutup, jadinya pas pisang pengen nebus si mang-mang tadi nggak ada, pikir gue. Malam keenam gue menunggu lagi, besoknya dan besoknya tapi seminggu penuh kamar sebelah tetap hening, dan malam-malam selanjutnya penantian gue bener-bener sia- sia karena nggak pernah ada lagi suara kemerdekaan, selain suara kucing mengejan kebelet
Semenjak itu harapan gue pupus :mewek
Sampai suatu saat, ketika gue dan si teteh kosan sedang mengadakan kumpul
Anggap aja gue itu G, Teteh itu T
G : eh,ngomong-ngomong nih berape anak kosan cewek yang baru kali ni
T : jadi banyak neng ada 6, termasuk teteh
(?? teh gue nanya yang baru, bukan ibu-ibu monopouse)
G : oh, gitu. itu uda termasuk adik ceweknya si pisang ya, teh?
T : adik cewek pisang yang mana, neng?
G : itu loh teh, yang pindah dari paviliun, emang ada berape pisang di kosan ni
T : Neng ga tau?
G : belum lah teh, orang teteh belum ngasih tau
T : ah iya, bener juga.
yang tinggal sama dik pisang tuh bukan adiknya tapi pacarnya, udah pindah.
Anjrittttt..... pikir gue,
Enak banget :p
T : pas neng masih liburan tuh mereka udah disuruh pergi sama bu kosan. sekarang teu tinggal dipadalarang, dirumah ortu si cewek.
ai kasian Dek pisang kudu bolak balik bandung-padalarang tiap ari, kan masih ngampus
ceweknya teh enak, tiduran dirumah aja, ga kerja lagi mah, dia teh lagi tekduk 4 bulan, ijab kabulnya baru aja seminggu lalu dirumah ortu si cewe
kam..vrettttt...
Ber..rr..arti, se..la ..ma ini, gu..gue salah faham. gue gagal faham cara menikmati acara music dikamar sebelah, sementara si pisang dan pacarnya menikmati lagu kemerdekaan dengan cara yang bener- bener- bener merdeka lahir dan batin, sementara gue.. ??
Fuuukkk...
jangan bilang acara music itu cuma alibi buat ngeredam suara..
jangan bilang teriakan kuda melengking itu adalah....
jangan bilang handuk ala suster keramas itu karena semalemnya terjadi proses...
jangan bilang tatoo gigitan serangga sama cakaran kucing yang waktu itu adalah...
ja..ja..jadi...
T : eh,neng beneran baru tau??
G : iya teh
T : kudet sih....
What de.....
Mulai detik itu gue mendeklarasikan gue pensiun dari penguping! :marah
