Wednesday, November 25, 2020

Setitik Nila

Standard

 Karena nila setitik, rusak susu sebelanga

Karena setitik, hening menguap saja canda tawa kemarin


Karena setitik, mencipta seribu rangkaian alasan

Karena  setitik, luput mengindahkan air mata memohon


Karena setitik, bahkan menerobos pijakan beling berduri

Karena setitik, memuja ego


Karena setitik, buram titik-titik berkilau kala itu

Karena setitik, apakah harapan mesti hampa ?


Wednesday, November 11, 2020

Tahu/Tempe Bacem

Standard

Pertama kali pergi jauh dari rumah, tahu/tempe bacem adalah salah satu makanan nusantara yang membuatku takjub. Itu baru pertama kalinya aku tau ternyata tahu dan tempe yang benar-benar gurih, asin, manis, perpaduan yg unik. Penampakannya sih biasa aja ga bikin orang penasaran tapi sampe detik ini malah jadi salah satu makanan favorite, bahkan sering banget kujadiin cemilan 😂

As usual bahan-bahannya sederhana banget:

1. Bawang merah

2. Bawang Putih

3. Gula merah

4. Kecap manis

5. Air kelapa

6. Tahu& Tempe

7. Sereh

8. Lengkuas

9. Daun salam

10. Ketumbar

11. Garam


Haluskan Bawang merah, bawang putih, Ketumbar, Lengkuas.

Geprek sereh


Siapin wadah untuk merebus, teruntuk wahai anak kost bisa wadah ricecooker juga 

Susun tahu dan tempe sedemikian rupa di wadah rebusan. 



Tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan, sedikit garam, gula merah, daun salam, dan sereh yang sudah digeprek. Lalu Tuang air kelapa sampe kurang lebih air harus menutupi tahu dan tempe yang sudah disusun di dalem wadah. Air kelapa ini nanti fungsinya untuk membuat rasa tahu dan tempe bener-benar gurih walaupun tanpa penyedap rasa dan tahan lama.



Tutup wadah, rebus di kompor. ketika air sudah mendidih kecilkan api kompor ( api sedang) kemudian masukan kecap manis. Tutup kembali wadah.

Jika air sudah benar-benar habis meresap, tahu- tempe diangkat. Sebelum di goreng dinginkan terlebih dahulu agar tahu/tempenya tidak hancur.

Tahu/Tempe bacem yg sudah diunjep bisa distock di kulkas selama beberapa hari sangat cocok anak kos2an

Gemblong Ketan Hitam with Brown Sugar

Standard

Ga kerasa tahun 2020 udah mau habis, tapi covid belom pergi juga dan aku masih gini-gini aja, kalo pengin makan sesuatu, kudu masak sendiri biar hemat, nasib anak non-sultan. Anw, aku salah satu orang yang masih sangat menikmati jajanan pasar sampe sekarang. Semisal ditawarin minuman antara thai tea dan cendol  tanpa mikir aku akan langsung milih cendol. 

Ga tau berlaku untuk semua orang, atau apa gue doang? sering banget kalo ngemil awalnya comot satu pengin dua, nambah lagi dan lagi ga berenti ngunyah sampe perut mau meledak. Sementara cemilan dari pasar biasanya 10 ribu cuma dapet beberapa biji, bagi gue itu ga cukup, jauh dari kata cukup. Saking pengin makan sepuasnya, akhirnya ane niatin BIKIN AJAAHHH...

So, kali ini aku bakal masak salah satu jajanan pasar khas sunda, bahan-bahannya:

  1. Tepung ketan hitam 250 gram
  2. Gula Pasir sesuai selera
  3. Gula Aren sesuai selera
  4. Tepung tapioka 4 sdm
  5. Garam 1/2 sdt
  6. Air hangat  kurang lebih 1/2 gelas
  7. vanili
Setelah  bahan-bahan disiapkan, untuk adonan:
  1. Pindahkan ketan hitam ke wadah besar untuk membuat adonan
  2. Lalu Campurkan tepung tapioka, vanili, dan garam.
  3. Campurka air hangat sedikit - demi sedikit, sambil diuleni sampai adonan bisa dibentuk, setelah itu bentuk sesuai selera, misal lonjong, bulat,

  4. Panaskan minyak, Goreng kering, tiriskan  
Untuk bahan gula
  1. Masu
    kan gula merah dan gula pasir ke kuali
  2. Tambahkan sedikit air
  3. Tunggu sampai gula meleleh dan cair
  4. Aduk sampai gula mendidih dan keliatan seperti benang
  5. Campurkan gemblong yang sudah matang
  6. Siap makan!